Ku siapkan kayu musikku, kemudian berulang kali ku latih petikan lagu ini, hanya dan hanya untukmu. Ku alirkan alunan melodi dari senar kayu musikku yang dipadukan dengan syair mentari, kunyanyikan selepas-lepasnya. Sebebas-bebasnya, tapi...dihatiku.
Sampai waktu aku bertemu denganmu di rumah keduaku, aku hanya bisa tersenyum kecil sambil melihat lekuk pipimu dari kejauhan. Sayangnya, otot tanganku tak lagi menuruti titah pemiliknya, ia menolak untuk memberikan syair melodi itu padamu. Karena ia tahu, aku dan kamu bagai langit dan bumi yang saling melengkapi, tapi berbeda roda dan jalan.
Kunyanyikan sebebas-bebasnya, tapi...dihatiku
Sampai waktu aku bertemu denganmu di rumah keduaku, aku hanya bisa tersenyum kecil sambil melihat lekuk pipimu dari kejauhan. Sayangnya, otot tanganku tak lagi menuruti titah pemiliknya, ia menolak untuk memberikan syair melodi itu padamu. Karena ia tahu, aku dan kamu bagai langit dan bumi yang saling melengkapi, tapi berbeda roda dan jalan.

ungkapin dong :p wkwkwkwk
BalasHapusThanks, I wish I could.. :)
BalasHapusIt's not that simple, nai.. :/