Secara umum, aku manusia biasa
Dilahirkan ke dunia, menangis
Secara umum, kita, sama
Diawal berjalan, terjatuh, menangis
Kita sama, iya kan?
***
Bahkan sebelum Ayah Ibu kita bertemu, kita sudah memiliki nama. Nama itu, nama yg Tuhan tulis dan itulah takdir kita, begitu juga aku. Aku, laki-laki bernama Muhammad Hanifa Khairurahman. Lucu, nama Hanifa itu untuk gender perempuan yang artinya benar/tegak, tapi inilah nama yg sudah disiapkan Tuhan bagiku dari dulu. Aku suka nama ini, karena ini nama terbaik yg Tuhan siapkan...untukku.
Tuhan menempatkan diriku pd tahun 1995 di sebuah rumah militer, di kediaman gubernur Mataram kala itu. Disanalah aku menangis untuk yg pertama kalinya karena takut dengan udara, takut gas oksigen yg membuat kehidupan berlangsung. Rancu perasaanku, wajah-wajah baru tersenyum padaku, seakan mereka memiliki harapan yang besar pada diriku yang kecil.
Tuhan menitipkanku dengan manusia-manusia istimewa yg menggantikan-NYA memelihara diriku, ternyata didunia ini manusia-manusia itu disebut keluarga. Aku tak menyesal hidup bersama mereka, karena aku yakin Tuhan sudah memilihkan yang terbaik bagiku.
Keluarga ini, pilihan Tuhan yg selalu aku syukuri. Ibuku, Hartati Wiji Wahyuni. Ayahku, Muhammad Marsudi. Kakakku, Muhammad Yahya Auliaurrahman. Adikku, Hana Aghnia Rusdayasmin. Melalui mereka, Tuhan mengajariku berbagai hal.
Aku anak kandung yang kedua, anak pertengahan. Anak yang diharapkan mampu mandiri sejak aku kecil. Aku, anak yang berjuang memenuhi harapan orang tuaku dan akan memberi lebih dari apa yang diminta.

0 komentar:
Posting Komentar