Senin, 29 April 2013

Sesal

Hey, kau tau rasanya menyesal? Rasa bersalah yang menghantui jiwamu, jiwaku. Tak peduli berapa kalipun meminta maaf, rasa sesal tetap ada, dia suka bersemayam dijiwa manusia bersalah. Faktanya tak ada manusia yang tak memiliki kesalahan, bukan?

Sesal...entah berapa banyak kesalahanku yang disesali. Perasaan tersebut muncul karena kesalahan yang kulakukan itu terjadi setelah aku berakal.

Yaa...berakal. Berakal berarti memiliki akal, berarti bisa membedakan yang benar dan yang salah. Andai kesalahan itu terjadi saat aku masih kecil, dengan mudahnya kudapat berkata, "Maaf, maklumi ya anak-anak."

Pepatahnya, "Sesal datang belakangan" dan itu benar

Sesalku yang paling terasa adalah kesalahanku terhadap sahabat dan kekasihku. Maafkan aku, sahabat. Entah aku dimaafkan atau tidak, hanya Tuhan yang tahu. Tapi...

But...Life goes on

Kuyakin semua penyesalan itu...suatu hari akan berhenti mendiami jiwaku. Mungkin sebelum ajal menjemput, mungkin. Hha

0 komentar:

Posting Komentar

Tag

Post (86) Galau (30) Puisi (28) Sahabat (25) Love? (21) Newest post (2)