Jumat, 08 Maret 2013

Apa salahku? Katakan

Tepat dikala aku merasa semua baik-baik saja, suatu kejadian mengusik ketenteramanku. Dirimu yang semula biasa, mendadak emosi dan membuatku merasa bersalah. Aku tak mengerti, sungguh. Apa salahku? Aku berharap dirimu memberi sedikit petunjuk padaku, namun dirimu...mengacuhkanku.

Suara hatiku menciut, ragu. Diserang bertubi-tubi oleh kebingungan, aku pun memandangmu seraya   meminta maaf dan menunggu jawaban. Sayangnya, matamu tak lagi melihatku. Dengan hati gelisah, aku tetap menunggu jawabmu, sahabatku.

Terpampang diwajahmu tekanan yang kau simpan, karena itu aku khawatir padamu. Aku tahu rasanya menyimpan/menyembunyikan tekanan seperti itu, rasanya tak pernah menyenangkan. Oleh karena itu, aku menawarkan tangan beserta otakku agar tekanan diwajahmu itu terbagi dua. "Perlu dibantu, **?" ujarku.

Tak hanya sekali aku menawarkan tangan otakku untukmu. Selalu saja dirimu berkata, "Enggak!" dengan tegas. Sontak kupingku memutar kembali katamu itu, dengan jelas aku mendengarnya. Lalu kembalilah rasa bingung menyerangku.

Aku berpikir, mencoba memahami sikap dinginmu padaku. Aku mohon maaf seandainya aku benar-benar mengusik hatimu, itu khilaf...maaf. Tak ada sama sekali niat untuk menyakitimu...sungguh. Maafkan aku, sahabat.

Jika memang aku salah,
katakan padaku aku salah.
Tolonglah katakan, sahabatku,
karena kubenci diserang kebingungan itu.

0 komentar:

Posting Komentar

Tag

Post (86) Galau (30) Puisi (28) Sahabat (25) Love? (21) Newest post (2)