Jumat, 15 Februari 2013

Untukmu, yg mendiami kalbuku

Kutulis rapi syair melodi untukmu, kusimpan didalam lembaran putih buku pribadiku. Ku lekatkan syair melodi tu di otakku, lalu siaplah mentalku untuk menyapamu.


Ku siapkan kayu musikku, kemudian berulang kali ku latih petikan lagu ini, hanya dan hanya untukmu. Ku alirkan alunan melodi dari senar kayu musikku yang dipadukan dengan syair mentari, kunyanyikan selepas-lepasnya. Sebebas-bebasnya, tapi...dihatiku.

Kunyanyikan sebebas-bebasnya, tapi...dihatiku

Sampai waktu aku bertemu denganmu di rumah keduaku, aku hanya bisa tersenyum kecil sambil melihat lekuk pipimu dari kejauhan. Sayangnya, otot tanganku tak lagi menuruti titah pemiliknya, ia menolak untuk memberikan syair melodi itu padamu. Karena ia tahu, aku dan kamu bagai langit dan bumi yang saling melengkapi, tapi berbeda roda dan jalan.

2 komentar:

Tag

Post (86) Galau (30) Puisi (28) Sahabat (25) Love? (21) Newest post (2)