Kisah kita bermula dari sepotong makanan yang kamu tawarkan kepadaku. Aku menerimanya dengan tangan terbuka sambil berkenalan denganmu. Jujur, tak pernah kusangka ada rasa dibalik pertemuan kita.
Seiring berjalannya waktu, aku ragu tentang perasaanku ini. Terombang-ambing oleh ketidakpastian, bingung akan rasa yang kusimpan didada. Aku memutuskan untuk terus mendekat denganmu sembari waktu memberikan jawaban pasti.
Kini, waktu telah memberiku jawaban. Namun, tidak seperti yang kuharapkan. Dia malah memberikan sebuah kotak misteri berisi teka-teki. Dia berpesan, "Buka kotak ini kapanpun dirimu siap. Apapun jawabannya, terimalah!" Tak langsung kubuka kotak misteri ini, karena aku ingin menunggu sampai waktu dimana aku siap.
"....Apapun jawabannya, terimalah!"

0 komentar:
Posting Komentar