Selasa, 20 November 2012

Menjengkelkan yang hebat

Mencoba menjadi bijak, mencoba melihat dari segala posisi. Mencoba memahami seseorang seutuhnya, tidaklah mudah. Perlu pengamatan dan pendekatan jangka panjang. Tak cukup seminggu dua minggu, perlu berbulan-bulan sebelum kita memahami pola/corak sikap yang ditampakkan. Tak hanya berfokus pada apa yang ditampilkan, yang tak ditampilkan juga perlu diperhatikan.  Inilah bagian yang terlupakan . . .



Untuk menilai seseorang, diperlukan informasi yang tepat mengenai dirinya. Kumpulkan fakta, kumpulkan opini. Gabungkan keduanya, lalu  mulailah mencari hubungan sebab akibat. Dengan melakukan langkah-langkah itu, bisa dikatakan kita sudah memahami dirinya secara mendalam. Sehingga kita dapat membuat keputusan bijak mengenai apa yang harus dilakukan. Bagaimana? Sistematis sekali bukan? Inilah standar yang kuciptakan sendiri untuk menilai seseorang.

Menilai seseorang. Sejauh ini, ada seorang rekan yang benar-benar menarik perhatian aku dan teman-temanku, inisialnya E. Dia adalah laki-laki yang tak disukai teman-temanku. Aku sempat memandangnya sebagai orang menjengkelkan yang hebat. Hebat karena dia berhasil menyita sebagian waktu kami untuk memikirkan keburukan dirinya.

Si E, terkenal dengan suaranya yang keras. Ocehannya menusuk, dia, tanpa malu mengeluarkan kata-kata kasar dari mulutnya. So...penting untuk dipikirkan? Bagiku cuma buang waktu mikirin si E, tapi melihat teman-temanku bermasalah dengan dia membuatku ingin membantu mereka. Hanya dua cara yang kutahu, pertama dengan memberi pengertian kepada teman-temanku agar mereka dapat memaklumi si E. Kedua, dengan menegur si E agar dia insaf. "Ini ide cemerlang" kataku, "pasti berhasil menjadi solusi kali ini, selama aku melaksanakannya dengan teliti."

Eits, jika kau mengenal si E, tak semudah itu menjalankan cara kedua. Memang benar kehidupan keluarganya jauh dari kata harmonis, bahkan lebih parah dari itu. Memang benar dia mengejek hanya karena itu bisa membuatnya merasa diperhatikan. Maklumlah, itu kan kebutuhan dasar manusia, butuh diperhatikan dan diakui sebagai seorang individu yang khas. Aku sangat paham dengan hal ini, aku tak keberatan jika dia ingin mendapat banyak perhatian. Aku memakluminya, namun tak wajar jika aku berdiam diri melihat teman-temanku terganggu oleh si E. Aku juga ingin membantu, teman.

Perlu diketahui bahwa tak semua orang menginginkan bantuan. Bahkan aku sendiri lebih suka bekerja sendiri kadang. Apakah teman-temanku menginginkan bantuan untuk menyelesaikan perkara si E? Entahlah . . . Sebenarnya, perubahan pribadi dimulai dari diri sendiri.

0 komentar:

Posting Komentar

Tag

Post (86) Galau (30) Puisi (28) Sahabat (25) Love? (21) Newest post (2)