Tersesat. .
Gelap dan senyap.
Berat . .
Pundak pun lebap.
Di keramaian ia berdiri.
Tapi buta dan tuli.
Terlepas dari dunia,
Terjerat udara,
Hampa suara,
Tak ada warna.
Amarah, raga dan tua.
Tangis, sesal tiada tara.
Percuma..
Tuhan pun berduka.
Beribu langkah berlalu.
Tangan tua berdebu.
Tak dapat menoleh.
Tak ada yang diperoleh.
Mereka yang berlalu lalang.
Hanya bisa menatap dan diam.
Kemanusiaan pun hilang.
Ia terlantar mendekam.
*selamat memaknai


0 komentar:
Posting Komentar