Aku juga manusia biasa
Aku mau ikut Smaven Music Competition(SMC) di sekolah. Sebuah kontes yang menantang kemampuanku. Aku berlatih selama dua hari dari pagi sampai malam, hanya untuk mengikuti kontes ini.
Sesuai jadwal, aku dan Deda akan tampil hari Rabu. Ternyata diundur jadi hari ini, hari Kamis. Parahnya Deda berangkat ke Surabaya hari ini, artinya aku harus menemukan penggantinya sebelum tampil.
Kemarin malam, Aldy mengajukan diri untuk bermain bersamaku. Lagunya berbeda dengan yang sudah aku kuasai. Aku pun berlatih bersamanya, namun hasilnya kurang memuaskan. Sampai Aldy menyerah dan memintaku mencari orang lain untuk tampil bersamaku.
Malam itu, aku menghubungi beberapa teman-temanku. Ada Lias, Netta, Ancau, dan Edo yang aku hubungi. Namun, cuma Netta yang merespon, sisanya nihil. Tapi masalahnya Netta gak tau lagu yang mau dinyanyikan nanti, dia pun menolak.
OK..Malam, gak pa2 ditolak. Pagi, coba lagi, kucari pengganti Deda. Sahabatku, Lias, setuju untuk tampil bersamaku, namun dengan syarat. Syaratnya, dia mau didampingi saat berada diatas panggung; maklumlah, karna dia kurang pede dengan penampilannya.
Jadi...Aku, Lias dan Cimon(teman kami) menuju ke tempat teman-teman kami yang lain berada. Ada Azka, Ridha, Silvi, Venna, Naima, Netta dan Dinda disana. Sebenarnya mereka sedang menunggu waktu untuk pulang.
Aku bertanya pada mereka, "Apa ada yang mau nyanyi bersama Lias di panggung?" Disini aku mulai patah semangat, karena mereka tak ada yang benar-benar mau membantu. Netta bilang dia gak tau lagunya dan permintaanku terlalu mendadak, aku ngerti alasannya. Ridha bilang gak tau lagunya, tapi dia sempat nyanyi beberapa saat sebelum akhirnya benar-benar gak yakin untuk maju. Jadi, diputuskan untuk mengganti lagu.
Lagu yang sudah ku latih selama dua hari itu judulnya "Somebody's Me", dan lagu ini batal untuk kumainkan di SMC. Disini aku sudah kurang semangat karena merasa sia-sia berlatih Somebody's Me semalaman. Tak apa lah, ganti aja lagunya, biar Lias sama Ridha bisa nyanyi bagus, biarkan aku belajar lagi lagu baru.
Ternyata, terlalu banyak pilihan lagu membuat kami semua bingung untuk memilihnya. Pada akhirnya, batal maju. Aku benar-benar sedih, tak lama stelah itu aku pulang. Sesampainya di rumahku, hanya air mata yang membuatku tenang.
***
Sesuatu yang aku pelajari dari kejadian ini, adalah kita tak boleh terlalu berharap karena jika tak kesampaian maka hanya sakit yang tersisa. Bahkan tak boleh berharap mereka berkata maaf, tak boleh berharap sahabat kita mengerti. Kadang, sebaik apapun kau mencoba akan menghasilkan sesuatu yang tak pernah cukup baik. Bukan salah siapapun, karena yang bertanggung jawab atas apa yang terjadi adalah diriku sendiri.
Maafkan aku,
aku belum mampu bernyanyi sendiri, teman.
Maafkan aku,
karena meminta terlalu banyak darimu.
.jpg)

0 komentar:
Posting Komentar