Waktu itu tanggal 11 Maret 2013, bertempat di GO Gatsu. Aku beryanyi dan memainkan gitarku untuk Sahabat terbaikku yang berulang tahun, si Lias. Aku menyanyikan lagu buatanku sendiri baginya, tentu ditemani teman-teman yang lain. Hhe. Suasana yang ricuh, senyuman setiap insan yang hadir, dan suara berirama gitarku menjadi kenangan tersendiri. Aku merindukan masa-masa seperti itu.
Hari jadi salah satu
Jika kau tahu siapa orang yang kumaksud, tolong sampaikan maaf karena aku tak nyaman menyebutnya sahabat-k, jadi aku merasa kami hanya sebatas teman. Entah mengapa, masa kebersamaan kami serasa mimpi belaka bagiku. Tak sepantasnya aku berharap terlalu banyak darinya, bahkan saat aku berharap dia menyapa dengan senyuman itu pun sudah terlalu banyak. Kuakui kesalahanku padanya dulu masih kusesali, mungkin itu yang membuat dia merubah sikapnya.
Memang terkadang pintu pengapunan tak tiba semudah harapan. Tak peduli betapa besar doa dan usaha yang dilakukan untuk menggapai tulusnya "maaf". Analoginya: Cermin yang pecah bisa diperbaiki, namun retakannya akan dapat terlihat, bahkan dengan mata telanjang.

0 komentar:
Posting Komentar