Senin, 22 Oktober 2012

Sebenarnya . . .

        Ada banyak sisi positif yg ada pada diriku, begitu juga yg negatif. Agak lucu menyadari kekurangan dirimu dan tak dapat memperbaikinya. Maka timbul perasaan takut, "Apa kekuranganku akan membuat orang lain sakit/sedih/tidak ceria?" pikirku. Aku pun pergi mencari jawabannya.       

      Aku sudah SMA dan setiap hari aku jalani dengan selipan perasaan takut, "Aku takut aku akan merepotkan orang, aku akan berdiri sendiri!" pikirku. Orang-orang melihat aku sebagai orang yang suka sendirian, aku tahu walaupun mereka tak mengatakannya secara langsung. Kadang aku tak sadar, menjauh sendirian ke tempat yang sunyi, ke tempat kesukaanku. Biasanya aku akan memperhatikan orang-orang sambil berpikir, sebut saja ini hobiku. Dengan cara inilah aku berpikir dengan lebih baik untuk mencari jawaban yang masih menjadi misteri bagiku.
        

      
      Sehari, seminggu, sebulan, setahun waktu berlalu dan aku belum menemukan jawabannya. Aku sempat kehilangan kendali diriku pada waktu ulangan kenaikan Kelas XII, kekuranganku yang selalu kutakutkan itu muncul. Aku menjadi orang yang benar-benar menjengkelkan, kata-kataku menusuk, aku keras kepala dan tak peduli dgn orang lain. Kau tahu, ada satu orang yang ku ingat benar pernah kusakiti hatinya dan waktu itu aku tak menyadarinya. Dia adalah orang yang kusuka dan dia adalah orang yang merasakan sakit karna kekuranganku. Walaupun aku tak pernah menanyakannya secara langsung, namun sikapnya terlihat berbeda. Waktu itu aku penuh dengan diriku, tak lagi ku memikirkan orang lain selain aku. Kejadian itu, benar-benar kusesali kini.        

      Waktu berjalan dan kejadian itu menjadi masa lalu. Namun, ku tetap mencari jawaban atas pertanyaan yang membuatku takut itu. Aku terus mencari jawabannya agar ketakutanku sirna, dan penyesalanku tak terulang lagi. Tak ku sangka, kemarin seseorang memberiku jawabannya dengan sangat cepat. Terlebih lagi dia adalah orang yg sempat kusakiti tersebut. Sekarang dia adalah sahabatku, namanya Fadlia Azka Zhorifa Saifuddin, dipanggil Azka. Tapi sekarang aku memanggilnya FAZS, berbeda dengan semua orang yang kutahu. Kenapa? Karna dengan memanggilnya Azka, dapat mengingatkanku bahwa aku pernah menjadi bajingan yang menyakitinya, sehingga bisa membuatku sedih. Lagipula, dia senang dipanggil FAZS. Iya kan?       


      FAZS menjawab pertanyaanku, walaupun tak secara langsung. Mau tau jawabannya? "Sahabat, entah bagaimana caranya, dia akan membuatmu lebih tenang dan ceria walaupun terkadang bisa membuatmu sedih." katanya. Artinya aku tinggal memperbanyak sehabat bukan? Orang yang mengerti dirimu, menghargai kelebihanmu dan menerima kekuranganmu. Dengan banyak sahabat, aku tak perlu takut kekuranganku menyakiti orang lain karna mereka mengerti dan menerimanya.


_____________________________________________________________________________


Maaf aku menyembunyikannya darimu FAZS, menyembunyikan alasan sebenarnya mengapa aku merubah panggilanmu. Oh ya, kau satu-satunya pembaca blogku. Mohon komentarnya..


2 komentar:

  1. untuk apa meminta maaf hey kau botak :) sudahlah.. ga ada yang harus ku maafkan, jika pun memang ada, sudah daridulu ku maafkan.

    pergilah berhaji dengan tenang oke sobat?

    aku ga pernah menanyakan "kenapa" tentang panggilanku itu.. karna yah, memang aku menyukainya. terima kasih sudah memanggil ku begitu.

    btw, nama ku FAZS dengan S itu bukan tanpa alasan lho botak.. Itu memang namaku, walau juga nama Abah ku. Jangan di tinggal ya :) nanti aku tasmiahan ulang nih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih FAZS.. :D
      oke.. Eh,doa kam tkabul FAZS, aku botak(kda brambut) skarang nah.. hha

      Ada bagusnya juga klo kam tasmiah ulang, kan ada makanannya.. hhe :p
      kda pang.. Sorry, Ku baiki tulisannya..

      Hapus

Tag

Post (86) Galau (30) Puisi (28) Sahabat (25) Love? (21) Newest post (2)